Member : Log-In | Register
  FOR VIEWING ONLY  
online :     
 Info Admin : domain baru : forum-swaramuslim.net 

Pemberitahuan
Assalamu'alaikum wr. wb.
menyambung pemberitahuan kami yang lalu tentang domain baru, bersama ini kami beritahukan bahwa : domain baru sudah kami aktifkan.

forum-swaramuslim.net
silahkan berdiskusi di domain baru .......

Halaman ini akan kami biarkan untuk keperluan archive saja. enjoy!!



.: ‘PENEBUSAN DOSA’ DALAM AJARAN ISLAM :.
Author
Post
archa

30 Jan 08 - 4:00 pm Total Topics: 51
Total Posts: 6695
archa's avatar

Arsip komentar untuk artikel ini. Silahkan Klik
Terlepas dari adanya perbedaan tentang konsep dosa, ajaran Islam dan Kristen punya kesamaan bahwa dalam menjalani kehidupan ini, manusia tidak terlepas dari dosa. Kristen mengajarkan gara-gara kesalahan yang dilakukan nenek-moyang manusia Adam dan Hawa, maka seluruh umat manusia ‘terjebak’ dalam ‘kuasa dosa’ sehingga dosa adalah sesuatu yang melekat dalam diri manusia. Kristen juga mengajarkan, satu-satunya cara agar manusia terlepas dari dosa adalah melalui penebusan yang dilakukan Yesus Kristus yang rela mati ditiang salib. Bagi yang percaya (sebagian bilang beriman) maka dosanya sudah ditebus, sehingga mendapat keselamatan dan berkumpul dengan Tuhan di surga nanti.

Kurang-lebih sama dalam ajaran Islam, yang dinamakan ‘kuasa dosa’ tersebut diistilahkan ‘potensi berbuat dosa’. Allah menciptakan manusia dalam kondisi yang netral, tidak berdosa dan tidak juga berpahala, karena dosa dan pahala muncul dari ‘perbuatan yang disadari’. Seorang bayi belum dihitung telah berbuat dosa maupun berbuat kebaikan yang menghasilkan pahala, demikian juga seorang yang tidak waras (gila) perbuatan apapun yang dilakukannya tidak bisa dikatakan baik atau buruk karena ketidak-warasannya.

[4:28] Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

[7:179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

[10:92] Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.

[11:118] Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,


Banyak ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menceritakan tentang kelemahan manusia sehingga terjerumus dalam berbuat dosa. Lalu bagaimana caranya agar dosa-dosa manusia bisa dihapus..?? sehingga ketika saat tiba kelak, manusia bersih dari dosa dan bisa bertemu dengan Tuhan di surga..?? Umat Islam tidak ‘seberuntung’ rekannya yang Kristen, yang sudah punya ‘oknum pencuci dosa’, maka proses penghapusan dosa dalam ajaran Islam tergantung dari ‘mekanisme’ yang telah diciptakan Tuhan.

Segala perbuatan manusia, baik atau jahat/dosa, umumnya dibagi atas 2 hal sekalipun secara mutlak diantara keduanya tidak bisa dipisahkan, yaitu perbuatan terhadap Allah dan perbuatan terhadap sesama makhluk. Perbuatan baik terhadap Allah berupa ritual penyembahan yang sudah ditentukan Allah dan bukan dikarang-karang sendiri. Umat Islam menyembah Allah dengan cara yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW seperti shalat, puasa, haji, dll. Dalam hal ini berlaku kaedah 'semua ritual penyembahan adalah haram dilakukan kecuali apa yang diperintahkan', jadi umat Islam sangat ketat dalam 'karang-mengarang' tata-cara ibadah dan tidak boleh mengada-ada. Selain itu ada juga perbuatan baik kepada sesama makhluk, itu juga banyak dicontohkan oleh Rasulullah dan dalam hal ini berlaku kaedah 'semua perbuatan terhadap sesama makhluk adalah baik kecuali apa yang dilarang', namun disini berlaku prinsip 'berhati-hati' dan lebih baik meninggalkan perbuatan yang kira ragu terhadapnya. Sebaliknya tidak melakukan apa yang diperintahkan (sehubungan dengan Allah) dan mengerjakan apa yang dilarang (sehubungan dengan sesama makhluk) dinamakan dengan dosa/maksiat/jahat/salah. Dalam menjalani kehidupan manusia selalu akan menjalani ini. Kadang kesadaran muncul, maka hasilnya adalah ketaatan, besok kembali lupa lalu mengakibatkan kesalahan dan dosa. Itu selalu terjadi pada siapapun.

Ada yang perlu kita perhatikan disini, bahwa dosa terhadap sesama manusia kemungkinan besar anda lakukan terhadap ORANG-ORANG DISEKITAR ANDA DAN ORANG-ORANG YANG TERDEKAT DENGAN ANDA. seperti orang-tua, istri/suami, anak, saudara, tetangga. Kecil kemungkinan anda pernah berbuat dosa kepada Mr. Black di Amerika yang tidak anda kenal, atau Yamamoto-san di Tokyo yang tidak pernah berhubungan dengan anda. maka berhati-hatilah, diakherat nanti kemungkinan besar justru orang-orang terdekat anda inilah yang bisa menyeret anda keneraka karena perbuatan zalim anda terhadap mereka. Anda akan dipertemukan dengan mereka dan semua akan bersaksi terhadap segala perbuatan anda. Apakah anda akan mengira orang-tua, anak, istri anda akan membantu anda disana nanti..?? :

[23:101] Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.


Di akherat semua manusia mempertanggung-jawabkan dirinya sendiri..

Mekanisme penghapusan dosa dalam ajaran Islam bisa dirumuskan kepada hal berikut :

1. Meminta ampun dan melakukan taubat nasuha (taubat dengan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut), namun sebagai manusia kadang kita kembali lupa lalu melakukan dosa lagi, maka kita diharuskan kembali meminta ampun. Kondisi seperti ini sudah dinyatakan Allah dalam Al-Qur'an :

[3:135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

[7:153] Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[4:110] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Lihatlah ayat tersebut, tidak dijelaskan BERAPA KALI DOSA YANG KITA LAKUKAN agar taubat kita diampuni Allah. Artinya bisa saja kita melakukan dosa berkali-kali, dan ketika kita minta ampun, Allah akan mengampuni kita berkali-kali juga. Namun disini ada peringatan, jangan sampai anda punya pikiran :”Nahh..gampang khan..?? tiap berbuat dosa kita langsung minta ampun, toh..Allah bakalan mengampuni kita…”. Karena ada ayat ini :

[6:70] Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quraan itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.


Disamping juga tidak ada seorang manusiapun yang tahu pasti kapan nyawanya akan dicabut, maka kelakuan ‘menganggap enteng’ perbuatan dosa tersebut bisa mencelakakan diri sendiri.

2. Selain meminta ampun kepada Allah, kita juga diwajibkan meminta maaf kepada orang lain atas kesalahan kita terhadap mereka. Al-Qur'an mengajarkan bahwa memberi maaf atas kesalahan orang lain adalah suatu keutamaan :

[4:149] Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Kuasa.

[5:13].. dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

[15:85] Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.

[42:37] Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.


Coba anda perhatikan bunyi ayat diatas, fokus ajaran soal 'maaf-memaaf' ini ternyata ada pada pihak yang MEMBERI maaf, bukan pada yang MEMINTA maaf, karena memang memberi maaf jauh lebih berat daripada meminta maaf sehingga petunjuk Allah ditujukan bagi pihak yang memberi maaf. Dalam hubungan antar manusia, tidak ada seorangpun yang tidak punya salah dan dosa kepada orang lain, maka perintah memaafkan sesuai ayat diatas berarti juga ‘dimaafkan’ oleh orang lain.

3. Dalam kondisi kita sudah meminta ampun kepada Allah, sudah berusaha untuk meminta maaf kepada sesama manusia, maka selanjutnya tindakan kita adalah memperbanyak amal saleh kita dan menjauhi perbuatan dosa, gunanya ketika sampai waktunya hari penghakiman, saat amal baik dan dosa kita ditimbang, kita ada dalam kondisi 'surplus' amal baik. Perbuatan baik tersebut seyogyanya terkait dengan kesalahan apa yang kita lakukan, seorang koruptor misalnya, selain meminta maaf kepada orang-orang yang dirugikannya, juga harus diikuti perbuatan baiknya untuk menyerahkan harta yang telah dikorupsinya dan jangan sampai punya pikiran :”Yang penting khan sudah minta maaf, harta yang terlanjur sudah saya ‘kumpulkan’ menjadi milik saya donk…”, berhati-hatilah karena bisa-bisa taubat dan permintaan maaf anda tidak ada artinya. Perbuatan baik akan menghapus dosa anda :

[11:114] Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.


Yang harus diingat adalah perbuatan baik dan dosa jangan dilihat dari sisi kuantitasnya saja, kita mungkin punya pikiran :"Hari ini saya sudah berbuat baik 10 kali, dosa yang saya lakukan cuma 3 kali, Alhamdulilaaahh..masih 'surplus' dan masih aman bisa masuk surga..". Perbuatan baik dan dosa juga harus dilihat dari sisi kualitasnya, bisa saja 1 dosa menghapus perbuatan baik anda yang telah dilakukan bertahun-tahun. Mungkin anda punya pikiran, hanya dosa kecil ketika anda memaki orang lain, atau iseng membuang sebuah paku dijalanan, padahal makian anda bisa merusak hati orang seumur hidupnya, atau sebiji paku yang anda tempatkan dijalan bisa membunuh puluhan orang apabila dilindas sebuah bis yang sarat penumpang. Sebaliknya perbuatan baik yang anda anggap sepele justru bisa mengapus dosa anda yang dilakukan bertahun-tahun, dalam hadist Rasulullah diriwayatkan bagaimana seseorang yang memberi minum seekor anjing yang kehausan diganjar Allah dengan surga dan dihapus dosa-dosanya.

Maka setiap Muslim yang ingin menjalankan ajaran Islam dengan baik seharusnya berhati-hati setiap saat, tidak menganggap sepele setiap perbuatan..

4. Pertanyaan muncul : bagaimana kalau ketiga hal tersebut sudah dilakukan, namun ternyata kita masih 'tekor' di akherat..?? segala perbuatan baik kita tidak juga mampu mengapus dosa-dosa yang kita lakukan. Perlu diketahui bahwa segala perbuatan kita punya ‘harga yang pantas’ diakherat nanti, tidak ada dari perbuatan kita yang luput dari penilaian Allah :

[4:40] Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.

[99:7] Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. [99:8] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.


Ketika pahala anda ternyata tidak cukup ‘mengkompensasikan’ dosa yang anda perbuat maka keadilan Tuhan akan menjebloskan anda ke neraka, tujuannya adalah untuk 'mencuci dosa', anda akan disiksa sesuai dosa-dosa yang anda lakukan. Bagi orang yang beriman (Kristen menyebutnya : percaya tapi tidak beriman) yang amal salehnya tidak sanggup menghapus dosanya, setelah mendapat hukuman yang setimpal baru kemudian dikeluarkan dari neraka untuk dimasukkan ke surga.

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sungguh, aku benar-benar tahu penghuni neraka yang keluar terakhir dari sana dan penghuni surga yang terakhir masuk ke dalamnya, yaitu seorang yang keluar dari neraka dengan merangkak. Lalu Allah berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam surga. Dia pun mendatangi surga, tapi terkhayal padanya bahwa surga itu penuh. Maka ia kembali dan berkata: Ya Tuhanku, aku temukan surga telah penuh. Allah berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam surga. Dia mendatangi surga, tapi terkhayal padanya bahwa surga itu penuh. Maka ia kembali dan berkata: Ya Tuhanku, aku temukan surga itu penuh. Allah berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam surga, karena sesungguhnya menjadi milikmu semisal dunia dan sepuluh kali kelipatannya atau, sesungguhnya bagimu sepuluh kali lipat dunia. Orang itu berkata: Apakah Engkau mengejekku (atau menertawakanku), sedangkan Engkau adalah Raja? Abdullah bin Masud berkata: Aku benar-benar melihat Rasulullah saw. tertawa sampai kelihatan gigi geraham beliau. Dikatakan: Itu adalah penghuni surga yang paling rendah kedudukannya.

(dari Shahih Bukhari jilid IV)
1761. Dari Anas bin Malik r.a dari Nabi saw, beliau bersabda: "Keluar satu kaum dari neraka, sedang kulit mereka telah hitam karenanya. Mereka masuk ke dalam surga, sedang isi surga menamakan mereka "orang2 dari jahannam".
1762. Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:"Setelah isi surga masuk ke dalam surga dan isi neraka masuk ke dalam neraka, Tuhan berfirman:"Siapa yang ada keimanan dalam hatinya barang seberat biji sawi, hendaklah kamu keluarkan dari neraka." Lalu mereka dikeluarkan, sedang kulit merekan telah terbakar menjadi bara. Kemudian mereka dijatuhkan ke dalam sungai kehidupan, maka bertumbuhlah mereka sebagai tumbuhnya bibit di atas sampah banjir. Nabi saw berkata:"Bukankah sudah kami lihat, tumbuhnya kuning dan bengkok?"


Para ulama umumnya menggolongkan kondisi manusia di akherat kedalam 3 kelompok :

1. Orang-orang saleh yang seumur hidupnya selalu istiqamah (konsisiten) dalam menjalankan perbuatan baik berdasarkan keimanan kepada Allah, mereka akan diganjar surga. Dosa yang mereka lakukan tidak ada artinya dibandingkan keimanan dan amal saleh yang telah mereka perbuat.

2. Orang-orang kafir, musyrik yang menyangkal Allah dan mempersekutukan Allah dengan makhluk lain, disini juga termasuk Iblis yang sekalipun beriman (anda bilang percaya tapi tidak beriman) tapi justru memilih untuk berbuat hal yang melawan perintah Allah dan sengaja menyesatkan orang lain agar ikut melawan Allah, akan diganjar neraka selama-lamanya. Orang kafir sekalipun banyak berbuat baik selama hidup di dunia, diibaratkan : pegawai Telkom mau minta gaji ke PLN, atau pembantu di rumah tetangga mau minta upah kepada anda, sekalipun mereka bekerja dengan baik namun tentunya upah/gaji harus diberikan oleh majikan masing-masing. Celakanya di akherat nanti hanya Allah-lah satu-satunya majikan, yang selama ini dianggap majikan ternyata hanyalah makhluk Allah yang lemah juga dan tidak mampu memberi gaji.

3. Yang terbanyak adalah golongan 'semua ada' seperti saya ini, perbuatan baik ada, ibadah banyak, dosa juga banyak, maka keselamatan di akherat tergantung timbangan.

Khusus pada waktu penghakiman nati diakherat, Rasulullah menyampaikan hadist tentang adanya manusia yang ‘bangkrut’ di akherat kelak :

"Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bertanya : Tahukah kamu semua siapakah orang yang muflis itu ? Maka mereka ( para sahabat ) menjawab : orang yang muflis di antara kita adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta. Maka Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam menerangkan : orang yang muflis dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) solat, puasa dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela akan si polan, menuduh (berzina) akan si polan, memakan harta si polan, menumpahkan darah si polan dan telah memukul orang lain ( dengan tiada hak ), maka diberikan pada si polan tersebut kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si polan yang lain diberikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya ( kepada orang lain ), maka kesalahan si polan yang dizalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka. HR. Muslim.


Anda bisa lihat bahwa ketika seseorang masuk surga, tidak ada lagi dosa yang melekat pada dirinya, semuanya sudah dihapus dengan berbagai cara, dan hanya itulah jalan agar bisa bertemu dengan Allah. Lalu apakah akibatnya ‘mekanisme’ penebusan dosa tersebut bagi manusia..??

Konsep tersebut menghasilkan pengaruh positif dalam kehidupan di dunia :

1. Setiap Muslim menjadi berhati-hati dalam berbuat, selalu memperbanyak ibadah penyembahan kepada Allah, memperbanyak perbuatan baik dan menjaga diri dari dosa sekecil apapun karena akan berpengaruh terhadap keselamatan.
2. Setiap waktu meminta ampun kepada Allah (dalam Al-Qur'an ada panduan cara-cara meminta ampun dan kata-kata yang harus diucapkan) karena kodrat manusia, selalu tergelincir dalam kesalahan. Sekarang bertaubat dan beriman (sesuai istilah anda artinya percaya dan diikuti perbuatan baik) besok lupa lagi dan tergelincir lagi, dan kita tidak tahu kapan kita mati, sehingga mendorong Muslim setiap waktu meminta ampun kepada Allah.
3. Berhati-hati dalam berbuat terutama terhadap orang-orang yang ada disekeliling, orang-tua, istri/suami, anak, saudara, tetangga dan lingkungan karena kezaliman kita terhadap mereka akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan kita.
4. Mempunyai sikap yang tegas terhadap kecenderungan penyakit masyarakat yang mengarah kepada kehancuran, prostitusi, homoseksual. dll dan bersikap tegas terhadap orang-orang yang MEMULAI menyerang ajaran Islam.
5. Berhati-hati dalam mengelola lingkungan karena berbuat kerusakan terhadap lingkungan merupakan dosa yang besar akibat menyengsarakan banyak orang, berhati-hati menjadi pemimpin, karena pemimpin yang zalim juga akan menyengsarakan banyak orang (anda bisa bayangkan ratusan juta orang yang disengsarakan nantinya akan balik menuntut, amal saleh yang anda kumpulkan di dunia bakal tidak ada artinya)

Semuanya karena penebusan dosa dalam ajaran Islam dilihat dari ‘proses’ bukan dari ‘hasil’. Tidak bisa dosa anda dicuci hanya karena anda mulai beriman atau percaya, lalu digembar-gemborkan ‘terlahir baru’. Ketika anda menclaim diri anda sudah beriman atau terlahir baru maka bukan otomatis anda terlepas dari ‘kuasa/potensi dosa’, karena potensi tersebut masih melekat selama anda masih menjalani kehidupan dan besok lusa ketika keimanan anda ‘turun’, anda bisa kembali berbuat dosa. Proses penebusan dosa dalam ajaran Islam terjadi setiap waktu, setiap hari, setiap detik kehidupan anda tergantung dari kesadaran anda yang dekat dengan Tuhan.

Total Reply 258 | Comment 2005 hits |  Beritahu Teman |  Print | Baca Seluruh Artikel  
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
07 Sep 09 - 8:33 am
Pak Jones,

Ramadhan Mubarak, selamat menjalankan ibadah puasa.

Untuk semua rekan diskusi bila ada tulisan saya yang anda rasa menyinggung anda dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf.

Maaf, karena satu dan lain hal baru sekarang saya bisa online lagi.

Selamat menjalankan ibadah puasa Pak, dan saya juga minta maaf jika ada tulisan saya yang telah menyinggung bapak,.....
Kirim Komentar
jones

Total Topics: 0
Total Posts: 1258
07 Sep 09 - 3:07 am
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
[2:183] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Ramadhan Mubarak, selamat menjalankan ibadah puasa.

Untuk semua rekan diskusi bila ada tulisan saya yang anda rasa menyinggung anda dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf.

Maaf, karena satu dan lain hal baru sekarang saya bisa online lagi.
Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
15 Aug 09 - 9:35 pm
Nah apa yang ente pahami dari sloka itu,.....?

arjuna sedang berada diluar tubuh Tuhan

hehehehehehhhh,.....
ente kayaknya lupa dengan apa yang ane kasi penjelasan kepada bro TF (tentang avatar) di awal diskusi ini,....
coba cek lagi deh,.....


ane ngga lupa bro. tapi itu merupakan indikasi bahwa Yesus dan Budha adalah Tuhan karena kalo ngga salah ente pernah bilang ke ane waktu di FB kalo Avatar adalah bagian kecil tubuh Tuhan yg turun kebumi untuk meluruskan kembali ajaran Tuhan yg telah dibengkokkan oleh nafsu. dan karena Nabi Muhammad itu tidak sesuai dengan ramalan avatar, maka berarti Nabi Muhammad adalah benar manusia biasa.

Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
14 Aug 09 - 8:38 am
Bro Syahrir,

kalo ngga salah keberadaan Budha, Yesus, Muhammad dan orang2 besar lainnya sudah diramal didalam kitab ente ya bro??? tapi lucunya, peramal ente ini sepertinya benci sekali dengan Islam, sampai2 ramalan tentang kedatangan Muhammad dibuat meleset menjadi diakhir Kaliyuga, jadi bukan Muhammad dalam Islam yg dimaksud. PAdahal Muhammad diakui sebagai sosok terhebat dan terbesar yg pernah ada, tapi kok bisa tidak teramalkan ya bro????


hehehehehehhhh,.....
ente kayaknya lupa dengan apa yang ane kasi penjelasan kepada bro TF (tentang avatar) di awal diskusi ini,....
coba cek lagi deh,.....
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
14 Aug 09 - 8:34 am
Bro Syahrir,

kalau secara pribadi, maka itu yg saya fahami sehingga Tuhan disebut "Maha", yg berarti pribadi Tuhan lebih dari makhluk ciptaanNya. Tapi kalo secara wujud???? wah ane blom pernah lihat Tuhan secara langsung, jadi ane blom berani ngejawab. Tapi kalo diaplikasikan secara wujud dari kresna sebagai perwujudan Tuhan. Maka Maha Besarnya Tuhan jadi tidak Maha Besar lagi bro.

Coba ente baca dalam Bhagawadgita,
Bab XI menyebutkan,
"Tetapi, sebenarnya, dikau tak akan dapat meyaksikanKu dengan mata duniawimu ini, makaKu berkahkan kepadamu mata suci[b]. Saksikanlah yogaKu Yang Maha Dahsyat (kekuatan yang suci dan agung)."
(XI.8)

Sekarang tibalah saatnya Arjuna melihat bentuk Yang Maha Suci dan Agung di dalam diri Sang Kreshna. Di dalam diri Sang Kreshna nampak terpusat seluruh alam semesta dan semua itu terbuka untuk dilihat oleh Arjuna, dengan mata Ilahi yang dikaruniakan oleh Sang Kreshna.
Udah banyak pengandaian yang saya berikan.
" Dengan jumlah mulut dan mata yang tak terhitung banyaknya, dengan jumlah keajaiban-keajaiban yang tak terhitung nampaknya, dengan jumlah hiasan badan nan suci yang tak terhitung jumlahnya dan dengan senjata-senjata Ilahi yang tak terhitung banyaknya yang semuanya terlihat terangkat,"
(XI.10)

"Di situlah Arjuna menyaksikan seluruh alam semesta beserta segala isinya [b]yang beraneka-ragam teruntai menjadi satu
, di dalam raga Tuhan nya para dewa-dewa."
(XI.13)
Dengan mata sucinya, Sang Arjuna melihat Yang Maha Esa, Tuhan dari segala tuhan dan dewa-dewa, melihat seluruh untaian kehidupan kosmos yang beraneka-ragam jumlahnya tanpa akhir tetapi teruntai menjadi suatu kesatuan di dalam Yang Maha Esa.
[urlhttp://www.parisada.org/index.php?option=com_content&task=view&id=339&Itemid=82]Transformasi Sri Krishna[url]

Nah apa yang ente pahami dari sloka itu,.....?
Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
13 Aug 09 - 7:23 pm
lain halnya dengan seseorang yang telah mengasingkan diri dan menjauhi dari kenikmatan dunia maka akan ditempuh dengan cara yang lain yaitu langsung kepada Yang Tak Berbentuk. Nah permasalahannya adalah berapa persen orang yang mampu ini,....?
Jadi pemahamannya jika dalam Hindu tidak harus melalui satu cara saja yang dianggap benar akan tetapi diberikan banyak pilihan cara menuju kepadaNya yang dianggap cocok oleh pribadi sendiri. Jadi kita sendiri yang menentukan pilihan dan bukannya harus melalui satu cara saja.

bener bro, kalo ada 100% orang yg langsung memuja Tuhan Yang Esa (monotheism) dalam agama Ente, dijamin kresna ditinggalkan dan ajaran Hindu akan punah karena tidak ada yg mau berkembang biak meneruskan ajaran Hindu. JAdi untuk sementara ini umat HIndu berpolitheim dulu dalam mengaplikasikan monotheism. Jadi memang benar semua terserah pilihan ente, mau bermonotheism langsung atau mau berpolitheim untuk mencapai monotheism(polinitas).
Entah Trinitas dalam Kristen, tapi jika polytheism? dalam Hindu maka saya memahaminya.

coba deh belajar bro tentang trinitas kristen, sama banget konsepnya dengan HIndu. Yesus perwujudan Tuhan, kresna perwujudan Tuhan.


sorry bos, maksud saya tidak begitu cuma saya sih (dan umat Hindu umumnya) sebetulnya tidak terlalu mempermasalahkan persoalah ini mau dikatakan polynitas kek atau yang lainnya terserah.
Akan tetapi dalam Hindu pun diajarkan untuk mengimani satu Tuhan (monotheism..?) yang 'dikenal' melalui para Dewa sebagai sinar suci Beliau, seperti penjelasan saya tentang sinar matahari bro.

sama banget sama konsepnya orang kristen yg mengimani satu TUhan (monotheism) yg dikenal melalui Yesus sebagai daging Beliau, Roh Kudus sebagai Roh Beliau. coba deh belajar lebih dalam tentang konsep trinitas dalam kristen trus bandingin deh sendiri dengan ajaran ente. kalo ane salah biar bisa ente betulin...soalnya ente kan master nih, pasti pemahaman ente lebih hebat dari ane.

Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
13 Aug 09 - 6:52 pm
Sama dengan halnya jika ente mau cari orang (diandaikan untuk menuju kepadaNya), jika ente mencari orang di Jakarta tapi ente tidak mempunyai bayangan apapun terhadap orang yang akan ente cari trus ente mau mencari siapa nih,.....?
jangan-jangan ente akan ditipu ditengah jalan, dirampok dan bahkan ente mungkin bisa dibunuh, naha sama halnya dengan itu maka 'melalui Krishna umat Hindu 'sedikit' mempunyai bayangan akan Tuhan jadi tidak nyasar dan agar tidak 'iblis' yang nanti dicari (dituju).

pantesan ente kebingungan sama Tuhan ente, rupanya Tuhan ente sebanyak jumlah orang yg dijakarta ya bro. makanya ente mesti bikin bayangan2 agar tidak salah mencari orang, itu juga kalo bayangan yg ente bikin bener bro. banyak loh orang yg mirip diJakarta.
kebetulan orang yg ane cari tuh cuma satu2nya orang yg tinggal diJakarta, jadi kalo pas ane ketemu orang di Jakarta, nah itu pasti orang yg ane cari. gitu loh bro, ngga usah bingung2.

Jika ente masih terikat dengan bayangan akan kenikmatan duniawi bagaimana cara ente menuju kepadaNya,.....?

Loh bukannya Tuhan menciptakan dunia beserta kenikmatannya itu untuk manusia?? mubazir dong kalo Tuhan sudah menciptakan kenikmatan tapi ente tidak menggunakannya. cuma cara menikmati kenikmatan ini diatur oleh Tuhan, seperti kenikmatan sex diatur dalam pernikahan. emangnya ente ngga pernah menikmati istri ente ya bro, dinikahi cuma buat diliatin aja biar bisa memuja hyang widi dengan benar??? ngga mungkin lah ya...kan ente da punya anak ya bro.


Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
13 Aug 09 - 6:21 pm
makanya baca keseluruhan dari 18 bab dalam Bhagawadgita bos,...
banyak di bab lainnya menjelaskan bagaimana diriNya (Krishna) sebagai inkarnasi Tuhan.

berarti cocok dengan ajaran Kristen yg mengatakan bahwa Yesus adalah TUhan yg menjadi daging. coba deh, selain belajar Hindu ente juga belajar Kristen. kalo ngga salah ente juga ingin membuktikan keterkaitan Yesus dengan HIndu dalam Purana. Kalo dalam Islam, Yesus mengajarkan monotheism tentang Tuhan Yg Esa. kalo dalam Kristen, Yesus adalah oknum dalam trinitas. Nah ajaran HIndu dan kristen kan sama2 penganut polynitas. bisa jadi bahwa Hindu dan Kristen mempunyai keterkaitan, bukankah cerita Yesus juga ada dalam Purana.

kalo ngga salah keberadaan Budha, Yesus, Muhammad dan orang2 besar lainnya sudah diramal didalam kitab ente ya bro??? tapi lucunya, peramal ente ini sepertinya benci sekali dengan Islam, sampai2 ramalan tentang kedatangan Muhammad dibuat meleset menjadi diakhir Kaliyuga, jadi bukan Muhammad dalam Islam yg dimaksud. PAdahal Muhammad diakui sebagai sosok terhebat dan terbesar yg pernah ada, tapi kok bisa tidak teramalkan ya bro????
sama kayak waktu SMA ada teman kristen yg dengan bangganya bahwa Injil telah meramal orang2 besar yg akan ada, seperti simon peres juga katanya sudah diramalkan dalam Injil (ngga tahu Injil yg mana ane ngga pernah ngeliat). tapi pas ditanya tentang ramalan kedatangan Nabi Muhammad dibilang ngga ada. padahal jelas Muhammad lebih terkenal dibanding simon peres, kok bisa2nya ngga teramalkan???

Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
13 Aug 09 - 6:02 pm
Jika menurut ente bagaimana,....?
karena jika menurut saya maka kedua-duanya harus terpenuhi karena itu akan menjelaskan kebesaran Tuhan baik dari segi pribadiNya maupun wujudNya.

kalau secara pribadi, maka itu yg saya fahami sehingga Tuhan disebut "Maha", yg berarti pribadi Tuhan lebih dari makhluk ciptaanNya. Tapi kalo secara wujud???? wah ane blom pernah lihat Tuhan secara langsung, jadi ane blom berani ngejawab. Tapi kalo diaplikasikan secara wujud dari kresna sebagai perwujudan Tuhan. Maka Maha Besarnya Tuhan jadi tidak Maha Besar lagi bro.

Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
13 Aug 09 - 5:54 pm
menurut ente jika telah menyatu dengan Tuhan maka harus dipuja,....?
seperti air sungai yang kembali ke laut apakah ente bisa mengambil/mengenali air sungai tsb jika telah berada di laut, yang pasti ente akan menyebutnya air laut atau jika air telah berada di laut maka ente akan tetap menyebutnya air sungai,....?
Jika tentang Yesus, saya kurang tau dan saya tidak bermaksud mengusik keyakinan mereka tapi jika tentang Buddha, ada baiknya ente belajar sedikit tentang Sutra Buddha deh biar ente memahami juga karena pemahaman dalam agama Buddha sedikit 'berbeda'.

Tujuan ente memuja adalah kepada Tuhan. Jadi bila Tuhan melingkupi seluruh alam, maka kemanapun dan kepada siapapun ente memuja, maka pada dasarnya ente memuja Tuhan, termasuk memuja Yesus, BUdha, atau kepada pohon sekalipun.
Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
13 Aug 09 - 5:48 pm
hem,.....
pemahaman ente tentang pantheism berbeda dengan apa yang saya pahami di Hindu, jika Buddha dan Yesus karena saya 'kurang' memahaminya trus untuk apa saya puja, bandingkan dengan Krishna yang saya pahami dengan baik maka saya 'dapat' memujaNya.

kenapa ente tidak berusaha untuk memahaminya?? bukankah banyak orang yg mengakui bahwa mereka juga Tuhan. Lalu jika suatu saat ente sedang berada didarat, dan ternyata disana hanya ada gereja, maka ngga salah kalo ente ikut bernyanyi2 memuja Yesus yg berarti ente juga memuja Hyang Widhi yg sedang berperan sebagai penebus dosa bagi umat kristen.

Tuhan yang melingkupi seluruh alam ini (pantheism dalam Hindu) menjelaskan bahwa kita hidup didunia ini untuk saling menyayangi karena sebetulnya semuanya adalah bagian dari Tuhan.

kurang tuh bro, dan bagi yg sudah mampu mengendalikan hawa nafsu (memiliki kadar dosa 0%) maka akan moksa menjadi Tuhan. Jadi ente bisa memuja semua bagian Tuhan, karena bagian Tuhan adalah juga termasuk Tuhan. Jadi kenapa ente cuma memuja kresna saja???


Manunggaling kawula gusti,......?
kayaknya pemahamannya adalah jika yang menganut paham ini jika mati nanti tujuannya adalah untuk bersatu dengan Tuhan.

bukan bro, faham ini mengajarkan tentang bersatunya Jiwa manusia dengan Tuhan. Tuhan ada didalam Aku, dan Aku ada didalam Tuhan. JAdi aku adalah TUhan. nah cocok kan dengan ajaran Panteism, Tuhan melingkupi seluruh alam termasuk didalam dirimu. Jadi kalo memang ente penganut faham panteism, maka itulah ajarannya. Tuhan ada didalam Bcak dan Bcak ada didalan Tuhan. Jadi Bcak adalah Tuhan

Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
13 Aug 09 - 9:45 am
Pak Jones,

Panggilan untuk mendirikan shalat tersirat dalam Quran, dan bagaimana cara pemanggilan itu sudah dilakukan dimasa RasulUllah SAW berada ditengah-tengah ummat beliau serta disaksikan dan disetujui oleh beliau sendiri.

Saya ingin tau pak pada ayat berapa dalam Qur'an kata-kata adzan ini disebutkan/dicantumkan;
1. Allahu Akbar, Allahu Akbar (2 kali); artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar"
2. Asyhadu alla ilaha illallah (2 kali) "Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Allah"
3. Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2 kali) "Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah"
4. Hayya 'alash sholah (2 kali) "Mari menunaikan shalat"
5. Hayya 'alal falah (2 kali) "Mari meraih kemenangan"
6. Allahu Akbar, Allahu Akbar (1 kali) "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar"
7. Lailaha ilallah (1 kali) "Tiada sesembahan selain Allah"

Jika tidak dimuat dalam Qur'an, kenapa,......?
padahal seperti yang anda sebutkan,
adzan adalah suata tata cara dalam peribadatan yang diisyaratkan dalam Al Quran dan Al Quran selesai diturunkan dalam kurun waktu 1 generasi, sang penerima wahyu masih hidup,
Saya sangat tertarik ingin tau,.....
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
13 Aug 09 - 9:30 am
Bro Syahrir,

Jadi silahkan ente revisi tuh tulisan yg ada di link yg ente kasih ke ane. Jadi kalo ente mau bingung jangan sama ane, soalnya itu bukan ane yg tulis, ane cuma cari kesamaan aja dari dua tulisan tersebut. yg satu ngomong Trinitas, yg satu ngomong duanitas, dua2nya sama2 penganut polynitas.

Entah Trinitas dalam Kristen, tapi jika polytheism? dalam Hindu maka saya memahaminya.

Klo ente masih bingung sama ajaran ente sendiri, emang lebih baik kalo ente lebih belajar lagi, apa emang benar ajaran ente mengajarkan monotheism???

Saya sih tidak bingung bos, tapi memang saya masih perlu belajar banyak agar bisa menjelaskan dengan baik,...

JAdi kalo ente sudah nulis kayak gitu, ya... sama aja ane lagi diskusi sama tembok..... jangan begitu ya bro...

hehehehehehhhh,....
sorry bos, maksud saya tidak begitu cuma saya sih (dan umat Hindu umumnya) sebetulnya tidak terlalu mempermasalahkan persoalah ini mau dikatakan polynitas kek atau yang lainnya terserah.
Akan tetapi dalam Hindu pun diajarkan untuk mengimani satu Tuhan (monotheism..?) yang 'dikenal' melalui para Dewa sebagai sinar suci Beliau, seperti penjelasn saya tentang sinar matahari bro.

ente tahu aja kelemahan ane, ngga bisa bahasa Inggris. kayak TF yg kepepet ngga bisa jelasin trinitas langsung ngasih ane link bahasa inggris yg ane bingung bacanya. ya udah, ane minta tolong ente terjemahin ya, tulis aja di FB biar nanti kita diskusikan disana...

Sorry bos,......
maksud saya tidak begitu karena hanya dalam link itu yang saya temukan (bhs. Inggris) dan itu untuk menjawab pertanyaan ente yang lalu bahwa 'tidak mungkin' Yesus yang ke India, tapi jika ente mau membahasnya secara serius ada baiknya jika ente menunggu saya didarat dulu sebab jika mencari isi Purana tsb secara keseluruhan maka sekarang saya tidak membawa Bhavisya Purana tsb sedangkan dari link tsb hanya potongan-potongan doank dan tidak secara lengkap.
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
13 Aug 09 - 9:16 am
Bro Syahrir,

Jadi kalo dibaca secara keseluruhan sloka2 yg ente tampilin melalui link PHDI tersebut jelas bahwa sebenarnya Kresna menyuruh manusia untuk tidak menyembah Tuhan Yang Maha Esa dengan alasan sukar bagi mereka yg memiliki raga.

Jika ente masih terikat dengan bayangan akan kenikmatan duniawi bagaimana cara ente menuju kepadaNya,.....?
lain halnya dengan seseorang yang telah mengasingkan diri dan menjauhi dari kenikmatan dunia maka akan ditempuh dengan cara yang lain yaitu langsung kepada Yang Tak Berbentuk. Nah permasalahannya adalah berapa persen orang yang mampu ini,....?
Jadi pemahamannya jika dalam Hindu tidak harus melalui satu cara saja yang dianggap benar akan tetapi diberikan banyak pilihan cara menuju kepadaNya yang dianggap cocok oleh pribadi sendiri. Jadi kita sendiri yang menentukan pilihan dan bukannya harus melalui satu cara saja.
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
13 Aug 09 - 9:10 am
Bro Syahrir,

hehehe jadi menurut ente Tuhan Maha Besar itu dari segi wujud atau segi pribadiNya??

Jika menurut ente bagaimana,....?
karena jika menurut saya maka kedua-duanya harus terpenuhi karena itu akan menjelaskan kebesaran Tuhan baik dari segi pribadiNya maupun wujudNya.

mari kita telaah sloka ini dengan lebih baik. menurut ane, tulisan tersebut dipengaruhi oleh orang penganut faham polynitas. kecuali bila ada sloka yg menjelaskan tentang penjelmaan Tuhan Yang Maha Esa menjadi kresna (polynitas), maka penjelasan ini bisa diterima dengan baik.

makanya baca keseluruhan dari 18 bab dalam Bhagawadgita bos,...
banyak di bab lainnya menjelaskan bagaimana diriNya (Krishna) sebagai inkarnasi Tuhan.

maka sloka2 tersebut lebih kepada perintah Kresna kepada umat Hindu yg disebut sebagai pemuja yg selalu harmonis untuk selalu memuja kresna dan tidak memuja Tuhan yg Maha Esa karena bagi kresna itu susah dilakukan bagi manusia (mereka yg memiliki raga).

Sama dengan halnya jika ente mau cari orang (diandaikan untuk menuju kepadaNya), jika ente mencari orang di Jakarta tapi ente tidak mempunyai bayangan apapun terhadap orang yang akan ente cari trus ente mau mencari siapa nih,.....?
jangan-jangan ente akan ditipu ditengah jalan, dirampok dan bahkan ente mungkin bisa dibunuh, naha sama halnya dengan itu maka 'melalui Krishna umat Hindu 'sedikit' mempunyai bayangan akan Tuhan jadi tidak nyasar dan agar tidak 'iblis' yang nanti dicari (dituju).
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
13 Aug 09 - 9:01 am
Bro Syahrir,

Yesus moksa kembali ke Tuhan setelah menjalani tugasnya untuk disalib demi menebus dosa manusia, jutaan orang kristen mengakuinya. Sidharta telah mencapai bodhi sehingga dia moksa menjadi budha. bukankah syarat untuk moksa telah mereka penuhi. jadi ngga salah kalo umat Hindu ikut memuja Yesus dan Budha karena itu sudah sesuai dengan ajaran HIndu.

menurut ente jika telah menyatu dengan Tuhan maka harus dipuja,....?
seperti air sungai yang kembali ke laut apakah ente bisa mengambil/mengenali air sungai tsb jika telah berada di laut, yang pasti ente akan menyebutnya air laut atau jika air telah berada di laut maka ente akan tetap menyebutnya air sungai,....?
Jika tentang Yesus, saya kurang tau dan saya tidak bermaksud mengusik keyakinan mereka tapi jika tentang Buddha, ada baiknya ente belajar sedikit tentang Sutra Buddha deh biar ente memahami juga karena pemahaman dalam agama Buddha sedikit 'berbeda'.
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
13 Aug 09 - 9:01 am
Bro Syahrir,

ane yg ngga faham apa ente yg kebanyakan berkelit??? seorang panteisme ada yg berani berkata Anjinghu Akbar, yg berarti Anjing juga TUhan, dan juga ada yg berani berkata manunggaling kawula gusti yg berarti dirinya juga Tuhan. so jadi ngga salah kalo ente memuja Yesus, budha, atau bahkan diri ente sendiri kalo memang ente penganut panteisme.

hem,.....
pemahaman ente tentang pantheism berbeda dengan apa yang saya pahami di Hindu, jika Buddha dan Yesus karena saya 'kurang' memahaminya trus untuk apa saya puja, bandingkan dengan Krishna yang saya pahami dengan baik maka saya 'dapat' memujaNya.
Ini khan sama halnya dengan ente sok tau dengan seseorang padahal jika ente ditanyakan maka ente jawab tidak tau/kurang tau.
Tuhan yang melingkupi seluruh alam ini (pantheism dalam Hindu) menjelaskan bahwa kita hidup didunia ini untuk saling menyayangi karena sebetulnya semuanya adalah bagian dari Tuhan.
Manunggaling kawula gusti,......?
kayaknya pemahamannya adalah jika yang menganut paham ini jika mati nanti tujuannya adalah untuk bersatu dengan Tuhan.
Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
12 Aug 09 - 6:46 pm
sudah tak kirim lewat facebook,
coba ente link ulang disini,
http://www.burningcross.net/crusades/jesus-in-vedas.html
yang lalu saya lupa kok bisa isi "koma",...? makanya ngak bisa dibuka,....

ente tahu aja kelemahan ane, ngga bisa bahasa Inggris. kayak TF yg kepepet ngga bisa jelasin trinitas langsung ngasih ane link bahasa inggris yg ane bingung bacanya. ya udah, ane minta tolong ente terjemahin ya, tulis aja di FB biar nanti kita diskusikan disana...
Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
12 Aug 09 - 6:42 pm
Saya sih tertarik dengan 'kidung' orang Bali ketika saya masih kecil yang diajarkan oleh orang tua saya dan sekarang juga sering dinyanyikan oleh orang tua saya kepada anak saya,
nyanyiannya seperti ini;
"De ngaden awak bisa,
depang anake ngadanin,
----------------------"
arti;
"jangan menganggap diri pintar/tahu akan sesuatu, biarkan orang lain memberikan/menyebut kita dengan apapun,.......",

nah seperti itu bos, jadi apapun sebutannya ndak masalah......


Sorry bro, disini kita tuh lagi diskusi, bukan lagi main pinter2an atau main tahu2an. kalo emang ente mengatakan bahwa ajaran HIndu Monotheism maka silahkan jelaskan dengan fakta2 yg ente punya, dan fikirkan apa emang bener fakta2 yg ente tampilin itu menunjang ke-monotheism-an ajaran ente. ane cuma ngasih alternatif2 pembuktian yg kalo memang salah maka ente bisa membantahnya dengan benar. JAdi kalo ente sudah nulis kayak gitu, ya... sama aja ane lagi diskusi sama tembok. ...... jangan begitu ya bro...

Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
12 Aug 09 - 6:22 pm
dari link yang ente beri, sudah saya baca,
Trinitas berarti kesatuan dari tiga. Trinitas dalam Kristen adalah Tiga Tuhan yakni Tuhan Allah, T********** dan Tuhan Roh Kudus dan ketiganya adlah satu
http://media.isnet.org/antar/etc/Trinitas1.html
Saya kok jadi bingung ya,.???????
dalam Hindu sih tidak ada banyak Tuhan, khan udah saya bilang sebelumnya hanya satu Tuhan sedangkan Dewa itu adalah sinar suci Beliau atau perwujudan Beliau ketika dalam melakukan fungsinya,...

trus gimana sama yg ini???

http://www.parisada.org/index.php?option=com_content&task=view&id=341&Itemid=82



Tentu saja bagi Arjuna di masa itu, dan bagi kita di masa kini, pertanyaan akan timbul, pemujaan yang manakah yang terbaik, sebenarnya [i]bukankah Sang Kreshna dan Para Brahman ini sama saja,dua dalam satu, atau satu yang menjadi dua[i].


Jadi silahkan ente revisi tuh tulisan yg ada di link yg ente kasih ke ane. Jadi kalo ente mau bingung jangan sama ane, soalnya itu bukan ane yg tulis, ane cuma cari kesamaan aja dari dua tulisan tersebut. yg satu ngomong Trinitas, yg satu ngomong duanitas, dua2nya sama2 penganut polynitas. Kalo ente masih bingung sama ajaran ente sendiri, emang lebih baik kalo ente lebih belajar lagi, apa emang benar ajaran ente mengajarkan monotheism???





Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
12 Aug 09 - 6:11 pm
Jadi kalo dibaca secara keseluruhan sloka2 yg ente tampilin melalui link PHDI tersebut jelas bahwa sebenarnya Kresna menyuruh manusia untuk tidak menyembah Tuhan Yang Maha Esa dengan alasan sukar bagi mereka yg memiliki raga. baru berikutnya menjelaskan tentang tahapan2 pemujaan Kresna dari yg palin tinggi hingga yg paling rendah. Jadi sloka2 tersebut bukanlah tahapan pembolehan mewujudkan Tuhan yg Maha Esa agar mudah untuk disembah, kecuali ada sloka yg menjelaskan tentang Tuhan yang mewujudkan diri menjadi kresna. seperti orang kristen yg memiliki ayat yg menurut mereka menerangkan tentang TUhan yg mewujudkan diri menjadi Yesus. "awalnya Firman dan Firman itu Allah. Firman terbungkus daging dan turun kedunia menjadi Anak Tunggal Allah yg dikasihiNYa" kira2 seperti itu redaksinya bro.


Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
12 Aug 09 - 6:03 pm
=== lalu sloka berikutnya baru menerangkan tentang tahapan2 dalam memuja Kresna dari yg paling tinggi hingga yg paling rendah
8. Pusatkan padaKu semata pikiranmu dan letakkan pengertianmu di dalamKu. Dan tanpa ragu lagi sesudah ini dikau akan tinggal denganKu semata.
9. Tetapi jika dikau tak mampu secara teguh memusatkan pikiranmu padaKu, sebaiknya dikau berusaha untuk mencapaiKu, oh Arjuna, dengan yoga yang penuh konsentrasi dan usaha yang terus-menerus.
10. Dan juga sekiranya dikau tak mampu untuk mengusahakan konsentrasi, beritikadlah untuk bertindak demi Aku. Bekerjalah demi Aku, dan dikau akan mencapai kesempurnaan.
11. Dan sekiranya dikau tak bersemangat untuk bertindak demikian, maka lepaskan hasrat untuk mendapatkan hasil dari tindakan-tindakanmu, carilah perlindungan dan berdedikasilah kepadaKu, dengan cara mengendalikan dirimu.
12. llmu pengetahuan itu lebih baik sifatnya daripada usaha konsentrasi yang terus-menerus, meditasi itu lebih baik daripada ilmu pengetahuan, dan yang lebih baik dari meditasi adalah persembahan semua hasil perbuatan karena setelah itu menyusullah kedamaian,
13. Seseorang yang tak mempunyai itikad buruk terhadap siapapun (dan apapun), bersikap bersahabat dan selalu simpatik, bebas dari rasa egoisme dan rasa memiliki, dalam suka dan duka bersikap tenang, selalu memaafkan;
14. Sang yogi ini yang selalu menerima apa yang didapatkannya, selalu harmonis dan menjadi tuan (yang berkuasa) atas diri pribadinya sendiri, tegas, dengan pikiran dan intelek yang didedikasikan kepadaKu — ia, pemujaKu ini, adalah yang Kukasihi.
15. Seseorang yang tidak mengusik dunia ini dan tidak terusik oleh dunia ini, yang bebas dari rongrongan rasa nikmat, marah, dan takut — ia adalah yang Kukasihi.
dst....


Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
12 Aug 09 - 5:57 pm
=== sloka2 yg memerintahkan manusia untuk tidak memuja Tuhan Yang Maha Esa karena dianggap susah bagi mereka yg memiliki raga, dan dengan memuja Kresna sebagai tujuan agung dan suci. serta perbandingan pemuja kresna dengan pemuja Tuhan Yang Maha Esa, mana yg lebih baik menurut kresna.... bagi para pemuja kresna maka akan diselamatkan dari samudera kematian dan kehidupan.
1. Para pemuja yang selalu harmonis, memujaMu, dan para pemuja lainnya yang memuja Yang Tak Terbinasakan, Yang Tak Berbentuk - di antara mereka ini, yang manakah yang lebih terpelajar dalam ilmu pengetahuannya (dalam yoganya.)
2. Mereka yang memusatkan pikirannya kepadaKu, memujaKu, yang selalu harmonis dan terlapis dengan iman yang tertinggi - merekaKu anggap sebagai yogi-yogi yang terbaik.
3. Mereka yang memuja Yang Maha Tak Terbinasakan, Yang Tak Terterangkan, Yang Tak Berbentuk, Yang Selalu Hadir, Yang Tak Terpikirkan, Yang Tak Berganti-ganti, Yang Tak Bervariasi, Yang Konstan -
4. (Mereka yang memuja dengan cara demikian), menahan indra-indranya, memandang setiap benda secara sama-rata, bahagia dengan kesentosaan setiap makhluk -- mereka pun datang padaKu.
5. Mereka yang pikirannya terpusat kepada Yang Maha Esa (Yang Tak Berbentuk), berusaha secara susah-payah (untuk mencapaiNya); karena jalan ke arah Yang Maha Esa ini sukar bagi mereka yang memiliki raga.
6. Mereka yang mengkonsentrasikan setiap tindakan mereka kepadaKu, memandangKu sebagai Tujuan Yang Agung dan Suci, dan yang dengan dedikasi yang tunggal, memujaKu dan bermeditasi kepadaKu,
7. Mereka ini, oh Arjuna, dengan segeraKu selamatkan dari samudra kematian dan kehidupan, mereka yang pikirannya selalu terpusat kepadaKu.



Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
12 Aug 09 - 5:51 pm
saya akan pake link ini,
PHDI/Bhagawadgita online
sebetulnya dari link diatas, sloka ini sudah ditelaah dengan baik,

mari kita telaah sloka ini dengan lebih baik. menurut ane, tulisan tersebut dipengaruhi oleh orang penganut faham polynitas. kecuali bila ada sloka yg menjelaskan tentang penjelmaan Tuhan Yang Maha Esa menjadi kresna (polynitas), maka penjelasan ini bisa diterima dengan baik. namun bila tidak ada sloka yg menjelaskan, maka sloka2 tersebut lebih kepada perintah Kresna kepada umat Hindu yg disebut sebagai pemuja yg selalu harmonis untuk selalu memuja kresna dan tidak memuja Tuhan yg Maha Esa karena bagi kresna itu susah dilakukan bagi manusia (mereka yg memiliki raga).
Ok kita anggap bahwa tidak ada sloka tentang penjelmaan Tuhan menjadi Kresna, maka sloka2 tersebut terbagi dua

next.......
Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
12 Aug 09 - 5:31 pm
nah ente pahami apa yang saya underline karena itu yang dimaksudkan dalam Hindu sebagai Tuhan Maha Besar, jika menurut ente Tuhan diluar dari semua ini maka dan berada di suatu tempat tertentu maka mungkin perlu ditanyakan dimana Maha BesarNya Tuhan dan mungkin cocok jika dikatakan Tuhan cukup Besar

hehehe jadi menurut ente Tuhan Maha Besar itu dari segi wujud atau segi pribadiNya??

Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
12 Aug 09 - 5:27 pm
Bro bcak, maaf kemarin malam jaringan dirumah lagi jelek, tak sambung dulu pembahasannya.
Darimana ente tau bahwa Yesus dan Buddha telah moksa,....?

tanya aja sama orang kristen. Yesus moksa kembali ke Tuhan setelah menjalani tugasnya untuk disalib demi menebus dosa manusia, jutaan orang kristen mengakuinya. Sidharta telah mencapai bodhi sehingga dia moksa menjadi budha, jutaan orang budha mengakuinya. bukankah syarat untuk moksa telah mereka penuhi. jadi ngga salah kalo umat Hindu ikut memuja Yesus dan Budha karena itu sudah sesuai dengan ajaran HIndu.
sebetulnya pahami dulu apa arti dari pantheism,
http://id.wikipedia.org/wiki/Panteisme
Pantheisme adalah teori yang memandang segala sesuatu yang terbatas sebatas aspek, modifikasi, atau bagian belaka dari satu wujud yang kekal dan ada dengan sendirinya; yang memandang semua benda material dan semua pikiran partikular sebagai yang mesti berasal dari suatu substansi tak berhingga yang tunggal. Substansi absolut yang Esa itu wujud maha meliputi yang Esa disebut Tuhan. Jadi, Tuhan, adalah semua yang ada; dan tidak sesuatu pun yang tercakup secara esensial dalam, atau yang tidak mesti berkembang keluar dari, Tuhan.

ane yg ngga faham apa ente yg kebanyakan berkelit??? seorang panteisme ada yg berani berkata Anjinghu Akbar, yg berarti Anjing juga TUhan, dan juga ada yg berani berkata manunggaling kawula gusti yg berarti dirinya juga Tuhan. so jadi ngga salah kalo ente memuja Yesus, budha, atau bahkan diri ente sendiri kalo memang ente penganut panteisme.



Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
12 Aug 09 - 10:04 am
Bro Syahrir,

sudah tak coba dikomputer rumah kok ngga bisa kebuka juga ya, keteranggannya error not found. mungkin jaringan ane yg nggabagus kali ya?? maklum internet gratisan dari smart. mungkin ente bisa copiin isinya disini???

sudah tak kirim lewat facebook,
coba ente link ulang disini,
http://www.burningcross.net/crusades/jesus-in-vedas.html
yang lalu saya lupa kok bisa isi "koma",...? makanya ngak bisa dibuka,....

ok kita cari arti trinitas

dari link yang ente beri, sudah saya baca,
Trinitas berarti kesatuan dari tiga. Trinitas dalam Kristen adalah Tiga Tuhan yakni Tuhan Allah, T********** dan Tuhan Roh Kudus dan ketiganya adlah satu
http://media.isnet.org/antar/etc/Trinitas1.html
Saya kok jadi bingung ya,.???????
dalam Hindu sih tidak ada banyak Tuhan, khan udah saya bilang sebelumnya hanya satu Tuhan sedangkan Dewa itu adalah sinar suci Beliau atau perwujudan Beliau ketika dalam melakukan fungsinya,...

dan hasilnya... ternyata sama bro....
jadi ente sebenarnya penganut monotheism atau polynitas???

Saya sih tertarik dengan 'kidung' orang Bali ketika saya masih kecil yang diajarkan oleh orang tua saya dan sekarang juga sering dinyanyikan oleh orang tua saya kepada anak saya,
nyanyiannya seperti ini;
"De ngaden awak bisa,
depang anake ngadanin,
----------------------"

arti;
"jangan menganggap diri pintar/tahu akan sesuatu, biarkan orang lain memberikan/menyebut kita dengan apapun,.......",

nah seperti itu bos, jadi apapun sebutannya ndak masalah......
Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
11 Aug 09 - 10:02 pm
jika setelah selesai masak (membuat masakan), maka saya akan mempersembahkan apa yang saya masak terlebih dahulu kepada Tuhan, nah dalam hal ini saya akan menyebut nama Tuhan yang sesuai dengan tempat saya menaruh sesajian (yadnya) yaitu jika di tempat perapian baik kompor yang dipakai untuk memasak (biasanya diatas perapian dibuatkan semacam tenpat khusus) maka saya akan menyebut nama Brahma atau Agni, sedangkan jika di tempat air maka saya akan menyebut Wisnu atau jika kepantai maka akan menyebut Baruna/Waruna,.....
Jadi menurut ente ini polynitas,.....?

ok kita cari arti trinitas
http://media.isnet.org/antar/etc/Trinitas1.html
Trinitas berarti kesatuan dari tiga. Trinitas dalam Kristen adalah Tiga Tuhan yakni Tuhan Allah, T********** dan Tuhan Roh Kudus dan ketiganya adlah satu.

sekarang kita bandingkan dengan link yg ini
http://www.parisada.org/index.php?option=com_content&task=view&id=341&Itemid=82

Tentu saja bagi Arjuna di masa itu, dan bagi kita di masa kini, pertanyaan akan timbul, pemujaan yang manakah yang terbaik, sebenarnya bukankah Sang Kreshna dan Para Brahman ini sama saja,dua dalam satu, atau satu yang menjadi dua.

dan hasilnya... ternyata sama bro....
jadi ente sebenarnya penganut monotheism atau polynitas???


Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
11 Aug 09 - 9:44 pm
coba ente cek ke link ini,
http://www.burningcross.net/crusades/jesus-in-vedas.html, coba baca deh secara keleluruhan,......

sudah tak coba dikomputer rumah kok ngga bisa kebuka juga ya, keteranggannya error not found. mungkin jaringan ane yg nggabagus kali ya?? maklum internet gratisan dari smart. mungkin ente bisa copiin isinya disini???
Sebetulnya saya itu memberikan pengandaian adalah untuk memahami bahwa Hindu itu sangat mengenal Tuhan dan tidak mati pada kata 'tidak bisa dipikirkan',

Islam tidak pernah mengatakan bahwa TUhan tidak bisa dipikirkan. namun tidak bisa diserupakan atau disamakan dengan makhlukNya. sekarang saya mau tanya, bagaimana rupa Sang Hyang Widhi secara monotheism??? maka pasti ente mejawab,
Yang Maha Tak Terbinasakan, Yang Tak Terterangkan, Yang Tak Berbentuk, Yang Selalu Hadir, Yang Tak Terpikirkan, Yang Tak Berganti-ganti, Yang Tak Bervariasi, Yang Konstan -

bukankah sloka tersebut sama dengan mengatakan bahwa Tuhan itu tidak sama dan tidak serupa dengan makhluknya?? jadi perbedaannya dimana dengan Islam??? perbedaannya adalah Islam konstan dengan wujud Tuhan, tapi Hindu tidak konstan dengan wujud Tuhan dengan alasan agar lebih mudah dalam menyembahNya. Itulah yg dinamakan memberhalakan TUhan yaitu membuat wujud Tuhan sama dengan makhlukNya.

Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
11 Aug 09 - 11:19 am
Lanjutan,

Sebetulnya bentuk Tuhan dalam Hindu itu adalah sebuah simbol yang memiliki arti dan makna tertentu.
seperti penjelasan akan Vishnu (Wisnu),
Vishnu's chakra is the great discuss that purifies the senses, mind and intellect. The Chakra is Vishnu himself, called by the name of Sudarshana. Beware of this chakra before abusing it, it can rip through the mleccha throats.
Vishnu's gada is symbolic of his great prowess. Mace always stands for might.
Vishnu's lotus is his symbol of peace,grace,tranquility and bliss, which is sorely lacking in your tyrant God.
Vishnu's conch is Jnana - the touch of the conch bestows on you divine wisdom.
The sea on which he resides is the ocean of Satchidananda.
The snake Ananta on which he rests is the bedrock and foundation of all creation - the source of serpent power referred to by Yogins.

http://www.hindudharmaforums.com/showthread.php?t=534
yang merupakan sebuah diskusi yang menjawab dari,
The Concept of God in Hinduism and Islam

Trus ente termasuk pada pemuja yg mana???

entah saya termasuk yang mana karena biasanya jika saya sembahyang maka saya bersembahyang tanpa memiliki bayangan apapun dan hal yang saya lakukan dalam sembahyang adalah menutup semua panca indra saya sehingga ketika saya sembahyang maka hanya ada keheningan walaupun sekeliling saya sedang bising, jadi menurut ente saya termasuk dalam kelompok yang mana,.....?
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
11 Aug 09 - 11:01 am
Lanjutan,

b. "Dengan ilmu pengetahuan (yoga) yang penuh usaha, cobalah untuk mencapaiKu," kalau pertama di atas tadi seseorang dianjurkan bermeditasi atau memusatkan pikiran dan inteleknya kepada Sang Kreshna, maka pada anjuranNya yang kedua disabdakan kepada mereka yang tidak mampu melakukannya untuk mencoba dengan usaha-usaha untuk mencapaiNya, dan ini disebut abhyasa-yoga (yoga usaha atau disiplin kebebasaan), yang merupakan tahap yang lebih mudah bagi seseorang.
c. "Berkemauanlah bekerja demi Aku," kalau samadhi atau meditasi belum dapat dilaksanakan maka sebaiknya abhyasa, tetapi kalau yang kedua ini pun masih sukar untuk dilaksanakan, maka cobalah jalan ketiga yang bersifat tahap yang lebih awal lagi dari dua jalan di atas tadi, yaitu kita sebaiknya mencoba bekerja demi Sang Kreshna, Yang Maha Esa, dalam setiap tindakan kita. Secara mental kita berusaha untuk menyerahkan semua hasil pekerjaan kita kepadaNya.
d. "Serahkan atau pasrahkan semua hasil pekerjaanmu kepadaNya," dan kalau bekerja unrukNya masih terasa sukar, maka Sang Kreshna dengan amat demokratis dan banyak kompromi, dan dengan kasihNya menganjurkan agar hasil atau efek atau buah dari setiap tindakan, pekerjaan, aksi atau perbuatan kita dipersembahkan kepadaNya.

nah,.....
Sang Kreshna mengatakan bahwa kedua bentuk methode dedikasi atau pemujaan di atas adalah benar, tetapi dengan memuja Sang Kreshna dalam bentuk manusia itu lebih efisien atau mudah, karena manusia cenderung memilih bentuk yang mudah dimengerti, sedangkan Yang Maha Esa dalam bentukNya yang tak terlihat dan tak berwujud, tentu saja sukar untuk dihayati dan dijangkau oleh rata-rata manusia, apa lagi yang masih gemar akan kenikmatan duniawi, tetapi ini tidak berarti lalu tidak ada manusia yang mampu langsung mencapaiNya (Para Brahman).

lanjut,
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
11 Aug 09 - 10:52 am
Bro Syahrir,

Jadi, bukankah secara tegas sloka ini menerangkan penolakan untuk memuja Tuhan yg Maha Esa. para pemuja Tuhan yg Maha Esa menemukan kesukaran, sehingga akhirnya mereka kembali memuja Tuhan pemuja yg harmonis. silahkan bro bcak telaah dengan benar sloka tersebut. Trus ente termasuk pada pemuja yg mana???

saya akan pake link ini,
PHDI/Bhagawadgita online
sebetulnya dari link diatas, sloka ini sudah ditelaah dengan biak,
Sang Maha Pemurah Hati, Sang Kreshna mulai menerangkan cara-cara atau tahap-tahap dedikasi menuju Sang Kreshna, dan semua keterangan ini diberikan dengan cara yang amat demokratis dan tidak mengikat atau memaksa Arjuna atau pun kita semua. Cara-caraNya amat mudah dan dapat disarikan sebagai berikut ini:
a. Pusatkan pikiran kepadaNya semata dan usahakan agar pengertian kita ada dalam DiriNya (Sang Kreshna atau Yang Maha Esa). Konsentrasi pikiran dan daya intelek kita pada Sang Kreshna, Yang Maha Esa, secara perlahan, terarah dan pasti, adalah cara yang terbaik. Berkonsentrasi kepadaNya walaupun ditengah-tengah kesibukan pekerjaan kita menandakan makin matangnya kita dan dedikasi kita kepadaNya. Pikiran (mind) dan buddhi (intelek atau pengertian yang benar) kalau digabung dan dipusatkan kepadaNya pasti akan menghasilkan keajaiban-keajaiban atau pengalaman-pengalaman yang menakjubkan dan tak dapat dipercaya oleh orang lain. Dengan jalan lain semua ini mengajurkan kita untuk bermeditasi atau bersemedi barang sejenak setiap harinya dengan meluangkan sekedar waktu yang khusus untuk dan kepada Sang Kreshna, Yang Maha Esa dengan penuh bhakti dan dedikasi, dan kasih yang tulus.


lanjut,
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
11 Aug 09 - 10:43 am
Bro Syahrir,

makanya disebut polynitas karena mencakup monotheism dan polytheism. kalo pantheism kayaknya belum, soalnya ente belum ikut menyembah Yesus dan Budha yg juga telah moksa karena sudah pada derajat 0% dosa dan masuk dalam lingkupan Tuhan.

Darimana ente tau bahwa Yesus dan Buddha telah moksa,....?
sebetulnya pahami dulu apa arti dari pantheism,
http://id.wikipedia.org/wiki/Panteisme
Pantheisme adalah teori yang memandang segala sesuatu yang terbatas sebatas aspek, modifikasi, atau bagian belaka dari satu wujud yang kekal dan ada dengan sendirinya; yang memandang semua benda material dan semua pikiran partikular sebagai yang mesti berasal dari suatu substansi tak berhingga yang tunggal. Substansi absolut yang Esa itu wujud maha meliputi yang Esa disebut Tuhan. Jadi, Tuhan, adalah semua yang ada; dan tidak sesuatu pun yang tercakup secara esensial dalam, atau yang tidak mesti berkembang keluar dari, Tuhan.
http://icas-indonesia.org/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=388
nah ente pahami apa yang saya underline karena itu yang dimaksudkan dalam Hindu sebagai Tuhan Maha Besar, jika menurut ente Tuhan diluar dari semua ini maka dan berada di suatu tempat tertentu maka mungkin perlu ditanyakan dimana Maha BesarNya Tuhan dan mungkin cocok jika dikatakan Tuhan cukup Besar
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
11 Aug 09 - 10:29 am
Bro Syahrir,

Nah kalo benar Yesus belajar HIndu diIndia, maka seharusnya Yesuslah yg mengajarkan trinitas. namun sayangnya Yesus tidak pernah mengajarkna Trinitas atau mengajarkan bahwa Tuhan yg esa tapi tidak berhingga, melainkan hanya mengajarkan monotheism yaitu "sembahlah Allah tuhan kita yang Esa". Silahkan ente mau percaya tulisan/penemuan orang, atau logika berfikir ente sendiri.

Sebetulnya saya itu memberikan pengandaian adalah untuk memahami bahwa Hindu itu sangat mengenal Tuhan dan tidak mati pada kata 'tidak bisa dipikirkan',
dalam Hindu diajarkan pemahaman akan Tuhan yang lebih kompleks (mendetail) karena memang dalam dalam Hindu pun memuja Tuhan yang tunggal akan tetapi pengenalan akan Tuhan berbeda sesuai fungsinya (polytheism?),
jika ente melihat dalam Veda ataupun teks-teks lainnya maka semuanya juga menyebutkan akan KeEsa-an Tuhan.
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
11 Aug 09 - 10:18 am
Bro Syahrir,

ok nanti tak coba baca secara keseluruhan dirumah, soalnya dikantor ngga bisa buka linknya. Tapi kalo ngga salah pernah ente tulis kan disini??

bukan bos, yang dulu itu buku tentang perjalanan seseorang yang menemukan literatur kuno di sebuah vihara di Tibet tentang keberadaan masa hilang dari Yesus,

entah benar atau tidak penemuan itu, tapi secara logika tidak mungkin Yesus yg penganut dan mengajarkan faham monotheism belajar pada faham polynitas. yg pasti penyebar faham trinitaslah yg seharusnya belajar kepada faham polynitas, karena ajarannya lebih bersesuaian. cara pandang seseorang itu dipengaruhi oleh apa yg dipelajarinya, seperti ente yg belajar HIndu, maka ente tidak mungkin dapat menerima pemahaman monotheism Islam. begitu juga ane yg belajar monotheism Islam tidak mungkin dapat menerima faham polynitas HIndu.

Sebetulnya saya ini monotheism sejati bos (yaitu Hyang Widhi),...
akan tetapi jika saya melakukan upacara 'kurban' (yadnya sesa) maka saya menyebut nama Tuhan dengan fungsinya.
sebagai contoh,
jika setelah selesai masak (membuat masakan), maka saya akan mempersembahkan apa yang saya masak terlebih dahulu kepada Tuhan, nah dalam hal ini saya akan menyebut nama Tuhan yang sesuai dengan tempat saya menaruh sesajian (yadnya) yaitu jika di tempat perapian baik kompor yang dipakai untuk memasak (biasanya diatas perapian dibuatkan semacam tenpat khusus) maka saya akan menyebut nama Brahma atau Agni, sedangkan jika di tempat air maka saya akan menyebut Wisnu atau jika kepantai maka akan menyebut Baruna/Waruna,.....
Jadi menurut ente ini polynitas,.....?
atau misalnya jika seperti sekarang saya jauh dari keluarga dan tidak masak maka sebelum makan saya akan menyisihkan sedikit disamping saya makan (biasanya sih diatas meja makan) dengan 'tempat/wadah' tertentu yang saya yakini bersih maka saya akan hanya menyebut nama Hyang Widhi dan kemudian dilanjutkan dengan doa lainnya,....
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
11 Aug 09 - 10:02 am
Pak Jones,

So artikel dibawah ini benar atau tidak?

Nowhere in the Vedas, Puranas or any other religious text prior to 1830 AD are the terms `Hindu' or `Sanatana Dharma' used.

dari link yang anda sebutkan,
www.raceandhistory.com/historicalviews/NoDefinitionofHinduism.htm
sebetulnya sudah saya berikan jawaban di link,
http://sarasvati95.googlepages.com/antiquityhindu.pdf
saya kutip lagi aja deh,
Meru tantra (4th to 6th century A.D.), a Shaiva text, comments on 'Hindu';
"himsayam duyate yasmad hindurityabidhiyate"
(Hindu is one who discards the mean and the ignoble.)

trus ada penjelasan,
Similarly other Sanskrit works which use the term 'Hindu' are, Kalika Puran, Bhavishya Puran, Adbhut Kosh, Medini Kosh, Ram Kosh etc 8,15. Even Kalidas has used a derivative form 'Haindava' 16.
lihat juga daftar pustakanya jika ingin mencari secara benar,....
Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
10 Aug 09 - 7:30 pm
Bro bcak;
mari kita telaah sloka ini,


Para pemuja yang selalu harmonis, memujaMu, dan para pemuja lainnya yang memuja Yang Tak Terbinasakan, Yang Tak Berbentuk - di antara mereka ini, yang manakah yang lebih terpelajar dalam ilmu pengetahuannya (dalam yoganya.)


disini terlihat ada dua pemuja yaitu
1. pemuja yang selalu harmonis, memujaMu
2.dan para pemuja lainnya yang memuja Yang Tak Terbinasakan, Yang Tak Berbentuk (Tuhan yg Maha Esa)
- lalu ada kalimat perbandingan
3.yang manakah yang lebih terpelajar dalam ilmu pengetahuannya (dalam yoganya.)

pemuja yg selalu harmonis dianggap sebagai yogi2 terbaik,
Mereka yang memusatkan pikirannya kepadaKu, memujaKu, yang selalu harmonis dan terlapis dengan iman yang tertinggi - merekaKu anggap sebagai yogi-yogi yang terbaik.


sedangkan para pemuja lainnya yang memuja Yang Tak Terbinasakan, Yang Tak Berbentuk (Tuhan yg Maha Esa) menemui kesukaran dan akhirnya ikut memuja Tuhan pemuja yg harmonis.

3. Mereka yang memuja Yang Maha Tak Terbinasakan, Yang Tak Terterangkan, Yang Tak Berbentuk, Yang Selalu Hadir, Yang Tak Terpikirkan, Yang Tak Berganti-ganti, Yang Tak Bervariasi, Yang Konstan -
4. (Mereka yang memuja dengan cara demikian), menahan indra-indranya, memandang setiap benda secara sama-rata, bahagia dengan kesentosaan setiap makhluk -- mereka pun datang padaKu.
5. Mereka yang pikirannya terpusat kepada Yang Maha Esa (Yang Tak Berbentuk), berusaha secara susah-payah (untuk mencapaiNya); karena jalan ke arah Yang Maha Esa ini sukar bagi mereka yang memiliki raga.
.

Jadi, bukankah secara tegas sloka ini menerangkan penolakan untuk memuja Tuhan yg Maha Esa. para pemuja Tuhan yg Maha Esa menemukan kesukaran, sehingga akhirnya mereka kembali memuja Tuhan pemuja yg harmonis. silahkan bro bcak telaah dengan benar sloka tersebut. Trus ente termasuk pada pemuja yg mana???

Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
10 Aug 09 - 6:22 pm
coba ente cek ke link ini,
http://www.burningcross.net/crusades/jesus-in-vedas.html, coba baca deh secara keleluruhan,......

ok nanti tak coba baca secara keseluruhan dirumah, soalnya dikantor ngga bisa buka linknya. Tapi kalo ngga salah pernah ente tulis kan disini?? entah benar atau tidak penemuan itu, tapi secara logika tidak mungkin Yesus yg penganut dan mengajarkan faham monotheism belajar pada faham polynitas. yg pasti penyebar faham trinitaslah yg seharusnya belajar kepada faham polynitas, karena ajarannya lebih bersesuaian. cara pandang seseorang itu dipengaruhi oleh apa yg dipelajarinya, seperti ente yg belajar HIndu, maka ente tidak mungkin dapat menerima pemahaman monotheism Islam. begitu juga ane yg belajar monotheism Islam tidak mungkin dapat menerima faham polynitas HIndu. Nah kalo benar Yesus belajar HIndu diIndia, maka seharusnya Yesuslah yg mengajarkan trinitas. namun sayangnya Yesus tidak pernah mengajarkna Trinitas atau mengajarkan bahwa Tuhan yg esa tapi tidak berhingga, melainkan hanya mengajarkan monotheism yaitu "sembahlah Allah tuhan kita yang Esa". Silahkan ente mau percaya tulisan/penemuan orang, atau logika berfikir ente sendiri.

Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
10 Aug 09 - 6:15 pm
Kan sudah saya jelaskan dengan melihat cahaya matahari yang awalnya 'tunggal' (secara primitif) sehingga disebut monotheism trus jika ditelaah lagi maka dengan ilmu modern maka akan terdiri dari banyak warna maka dikatakan polytheism yang padahal sebetulnya mencerminkan bersumber dari satu (monotheism).

semua analogi bisa dipakai untuk menjelaskan suatu faham. kayak orang kristen yg mengatakan, telur terdiri dari kuning telur, putih telur, dan cangkang telur. namun ketiga2nya adalah telur. Kalo orang Islam cukup mengatakan sesuai dengan Tulisannya bahwa Tuhan itu Esa, berarti Dia itu satu, titik tanpa syarat apapun. bukan tidak berhingga menjadi satu, karena berarti keesaan Tuhan itu dengan syarat, harus tidak berhingga kalau mau jadi satu, dan harus jadi satu kalo mau tidak berhingga.

Jika beragama Hindu maka akan mencakup keseluruhan bos, baik monotheism, polytheism, pantheism, etc. Jadi saya ngak bermasalah klo dikatakan polytheism tapi saya lebh sreg dgn pantheism (Tuhan melingkupi segalanya).

makanya disebut polynitas karena mencakup monotheism dan polytheism. kalo pantheism kayaknya belum, soalnya ente belum ikut menyembah Yesus dan Budha yg juga telah moksa karena sudah pada derajat 0% dosa dan masuk dalam lingkupan Tuhan.



Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
10 Aug 09 - 1:25 pm
Bro Syahrir,

saya sudah bilang kalo ane sudah sangat mengerti dengan penjelasan ente baik yg teori titik2 jadi garis maupun teori warna yg baru ente pakai walaupun sebenarnya janggal untuk menjelaskan keEsaan Tuhan. intinya adalah sama bahwa ente ingin mengatakan bahwa Tuhan yg satu terdiri dari ribuan rupa, atau ribuan rupa menjadi Tuhan yg satu.nah itu berarti bahwa anda adalah penganut faham polynitas

Kan sudah saya jelaskan dengan melihat cahaya matahari yang awalnya 'tunggal' (secara primitif) sehingga disebut monotheism trus jika ditelaah lagi maka dengan ilmu modern maka akan terdiri dari banyak warna maka dikatakan polytheism yang padahal sebetulnya mencerminkan bersumber dari satu (monotheism).

Jadi ane tidak ingin mempermasalahkan pemahaman ente tentang keEsaan Tuhan, jadi ente ngga usah berulangkali menjelaskan hal2 yg itu juga, soalnya ane sudah sangat mengerti. Ane cuma pengen kejujuran ente mengakui bahwa ajaran ente ini sekarang termasuk dalam faham Polynitas, dan itu berarti faham agama ente punya kesamaan dengan faham trinitas yg dimiliki oleh kristen.

Jika beragama Hindu maka akan mencakup keseluruhan bos, baik monotheism, polytheism, pantheism, etc. Jadi saya ngak bermasalah klo dikatakan polytheism tapi saya lebh sreg dgn pantheism (Tuhan melingkupi segalanya).

ah ini kan bisa menjawab tentang penemuan kisah seorang yg disangka Yesus yg pernah belajar Hindu di India. pastilah orang yg dimaksud bukanlah Yesus melainkan orang yg akhirnya menyebarkan faham trinitas didalam kristen. jadi saya sangat setuju bahwa ajaran kristen itu bisa jadi bersumber dari ajaran Hindu karena ternyata memiliki kesamaan soal doktrin pokok keEsaan Tuhan.

coba ente cek ke link ini,
http://www.burningcross.net/crusades/jesus-in-vedas.html, coba baca deh secara keleluruhan,......
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
10 Aug 09 - 1:17 pm
Pak Jones,

Saya mengerti mas Bcak, karena itulah saya tanyakan dimanakah tersirat atau tersurat doktrin inkarnasi dalam “Veda” yang paling awal: Rig Veda, kalau memang tersurat/ tersirat didalamnya silahkan anda postingkan, simple bukan?

Dari link ini,
http://en.wikipedia.org/wiki/Reincarnation_and_Hinduism
disebutkan,
In India the concept of reincarnation is recorded in detail within the Upanishads (c. 800 BCE), which are philosophical and religious texts composed in Sanskrit. The notion of reincarnation is most notably present in the Śvetāśvatara Upanishad 5.11 and Kauśītāki Upanishad 1.2. According to Professor Joanna Jurewicz of Warsaw University, reincarnation theory is also found in the Rigveda, which generally considered the oldest Hindu scripture.[2]
saya akan mengecek ulang nanti, jadi mohon ditunggu ya,....
Kirim Komentar
syahrir

Total Topics: 0
Total Posts: 634
09 Aug 09 - 3:37 pm
Bro bcak,
Saya gunakan warna lagi ya untuk menjelaskan simbolik ini,
jika ente ingin membuat warna baru, bagaimana cara ente membuatnya,....?
apakah warna tsb sudah ada,.....?
http://www.indoforum.org/archive/index.php/t-38722.html
warna baru itu dibuat dengan mencampur warna dasar, nah dengan mencampur inilah maka akan didapat warna baru,
analoginya adalah pencampuran itu akan menjadi berbagai karakter dalam cerita para Dewa dilihatkan dengan berkelahi, bertengkar, beranak pinak, dll.

saya sudah bilang kalo ane sudah sangat mengerti dengan penjelasan ente baik yg teori titik2 jadi garis maupun teori warna yg baru ente pakai walaupun sebenarnya janggal untuk menjelaskan keEsaan Tuhan. intinya adalah sama bahwa ente ingin mengatakan bahwa Tuhan yg satu terdiri dari ribuan rupa, atau ribuan rupa menjadi Tuhan yg satu.nah itu berarti bahwa anda adalah penganut faham polynitas. sama dengan orang2 kristen yg mempunyai faham trinitas bahwa Tuhan menjadi 3 pribadi yaitu Allah, Yesus, dan Roh kudus. ketiga2nya juga satu Tuhan. dan itulah penjelasan orang2 kristen mengenai keEsaan Tuhan, sama bukan seperti penjelasan ente bro??
Jadi ane tidak ingin mempermasalahkan pemahaman ente tentang keEsaan Tuhan, jadi ente ngga usah berulangkali menjelaskan hal2 yg itu juga, soalnya ane sudah sangat mengerti. Ane cuma pengen kejujuran ente mengakui bahwa ajaran ente ini sekarang termasuk dalam faham Polynitas, dan itu berarti faham agama ente punya kesamaan dengan faham trinitas yg dimiliki oleh kristen. Nah ini kan bisa menjawab tentang penemuan kisah seorang yg disangka Yesus yg pernah belajar Hindu di India. pastilah orang yg dimaksud bukanlah Yesus melainkan orang yg akhirnya menyebarkan faham trinitas didalam kristen. jadi saya sangat setuju bahwa ajaran kristen itu bisa jadi bersumber dari ajaran Hindu karena ternyata memiliki kesamaan soal doktrin pokok keEsaan Tuhan. Ok bro, gimana menurut ente?? jangan balik lagi keteori titik2 dan garis ya bro.
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 37
09 Aug 09 - 9:56 am
Pak Jones,

Tidak disebut dalam adzan bukan berarti diperlakukan tidak adil, dan adil tidak sama dengan merata.
Mereka yang dipanggil untuk mendirikan shalat sekarang adalah ummat Nabi Muhammad bukan ummat yang telah lalu.


Sekarang saya mau tanya, jumlah dewa-dewi dalam Hinduism berjumlah 330 juta kalau anda katakan Tuhan adalah kumpulan para dewa-dewi mengapa anda tidak melakukan upacara sembahyang untuk setiap dewa-dewi,

http://www.hindu-blog.com/2008/05/330-million-gods-in-hindu-religion.html
hehehehehehehhhh,......
apakah pertanyaan anda ini ada keterkaitannya dengan commentar anda yang saya quote diatasnya,......?
kan sudah saya katakan dalam comment sebelumnya bahwa Tuhan itu disimbolikkan menjadi para Dewa yang berdasarkan fungsinya jadi apakah memuja satu Dewa kurang tepat,.....?
mau memuja satu dewa atau satu pribadi Tuhan, boleh-boleh saja tapi apa yang saya pahami adalah lebih kepada Tuhan yang melingkupi alam semesta ini (pantheism) dan itu telah tercermin dalam TriMurti, jadi saya 'cukup' itu saja.
Kirim Komentar
jones

Total Topics: 0
Total Posts: 1258
09 Aug 09 - 9:52 am
"Aaasindo sindhu paryantham yasyabharatha bhoomikah
Mathrubhuh pithrubhoochaiva sah vai hindurithismrithaah"

"Whoever considers the land of Bharatha Bhoomi between Saptha Sindhu and the Indian Ocean as his motherland and fatherland is known as Hindu."


Postingan anda

26 Jul 09 - 11:40 am
Hindu itu adalah Sanatha Dharma atau kebenaran abadi, jadi sudah sejak dahulu

Saya mau tanya istilah “Hindu” pada sloka diatas berkonotasi agama atau tidak???

http://en.wikipedia.org/wiki/Names_of_India
http://www.experiencefestival.com/a/Etymology_of_India_-_Hindustan/id/1286399
http://hinduism.about.com/od/hinduism101/a/origin.htm

So artikel dibawah ini benar atau tidak?

Nowhere in the Vedas, Puranas or any other religious text prior to 1830 AD are the terms `Hindu' or `Sanatana Dharma' used.
[url=http://www.raceandhistory.com/historicalviews/NoDefinitionofHinduism.htm]
Kirim Komentar
jones

Total Topics: 0
Total Posts: 1258
09 Aug 09 - 9:44 am
Apakah ini menunjukkan bahwa agama Islam adalah sebuah agama sinkretisme,...?,
atau malah sebuah agama budaya dimana budaya sebelum AlQuran lahir 'diambil' dan kemudian dijadikan sebagai norma agama,....?


Tidak mas, Islam adalah agama yang dianut sejak dahulu termasuk dianut oleh Nabi Ibrahim AS.

[22:78] Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

jika memang Tuhan 'adil' kan sudah seharusnya nama-nama Nabi yang lain juga diikutkan dalam kata-kata di adzan,.....?


Tidak disebut dalam adzan bukan berarti diperlakukan tidak adil, dan adil tidak sama dengan merata.
Mereka yang dipanggil untuk mendirikan shalat sekarang adalah ummat Nabi Muhammad bukan ummat yang telah lalu.

Sekarang saya mau tanya, jumlah dewa-dewi dalam Hinduism berjumlah 330 juta kalau anda katakan Tuhan adalah kumpulan para dewa-dewi mengapa anda tidak melakukan upacara sembahyang untuk setiap dewa-dewi,
http://www.hindu-blog.com/2008/05/330-million-gods-in-hindu-religion.html

Kirim Komentar
NEXT page/Older Reply

Latest  pages Arsip Komentar Topik ini Earlier Pages
 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31 





Home   War  Siyasah  E-Book   Foto   Galery   Islam   Fakta   Hikayat | Chatting
Active  Forum Arsip1 Arsip-0

Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta'ala
TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari swaramuslim dicantumkan

Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster

Copyright © Sep 2002 - swaramuslim - power with Pmachine All right reserved

in association with Muslim Netters Association

best viewed with IE Resoluton 1024 X 768